Buka-buka Facebook.
Salah satu status temen gini ni,
dWuuh, CPe.. Aqw d lm Mendm pRsaan Aqw, trz jG bwt Aqw Tsixa b9T! gag d kn? Ne SbnrNa cRita bbrp hr Ll. Tp knp da ja yg bkin aQw mRza dYa bkn bwt Aqw. Lam kNl y? Spa dsana?
What the..??!!
Bener-bener buang waktu.
Buang waktu, mbacanya..
Menafsirkannya..
Apalagi mbalasnya!!!!
Friday, June 5, 2009
Bahasa Keren
Tuesday, June 2, 2009
Bebaskan Ibu Prita Mulyasari dari Semua Tuntutan Hukum!!
Apa yang ditulis Ibu Prita sehingga beliau diperlakukan seperti sekarang? Bisa baca disini.
Sudah puaskah RS Omni setelah berhasil membuat ibu Prita dipenjara? Jauh dari anak-anaknya yang masih batita? Jauh dari suaminya? Apalagi beliau masih harus menyusukan anak bungsunya saat ini.
Tidak habis pikir sebenarnya, kenapa malah ibu Prita yang ditahan? Setelah beliau berulangkali meminta kejelasan dari pihak rumah sakit. Padahal manajemen rumah sakit bisa menggunakan hak jawabnya untuk menjelaskan kejadian ini versi mereka. Kalau memang komunikasi kekeluargaan juga sudah buntu, wajar saja kalau mau membuat tuntutan.
Beginilah wajah peradilan kita. Ibu Prita sebagai korban malah terhukum. Kejadian ini betul-betul mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap pasien. Setuju sekali dengan pernyataan bapak Iskandar Sitorus, Direktur LBH Kesehatan, bahwa pasien hanya sebagai obyek dari industri kesehatan, bukan sebagai subyek yang harus dibantu. Tiba-tiba segelintir dokter lupa akan sumpah yang telah diucapkan. Kelihatannya memang sudah saatnya dibuat undang-undang perlindungan terhadap pasien. Mengingat sebenarnya banyak sudah terjadi kasus serupa yang tidak terekspos. Bukan hanya malpraktek, tapi juga pasien yang diusir atau disandera karena tak mampu membayar perawatan rumah sakit.
Dengan banyaknya dukungan terhadap Ibu Prita, semoga bisa menyadarkan RS Omni, bahwa Ibu Prita tidak sendirian. Pasien tidak sendirian, selalu ada orang-orang yang berdiri dibelakangnya, minimal keluarga. Dari satu keluarga bisa terkait keluarga lain, yang pada akhirnya RS Omni akan sadar, bahwa tindakannya hanya sekedar membuat musuh terhadap RS nya sendiri.
Boikot rumah sakit yang tidak peduli terhadap hak-hak pasien!
I Love Tuesday
Kenapa?
Karena jam 21.30 ada..
And the next show will be..
If Tuesday was a man, I would marry him! Hahahah...
Current Issue : Manohara!
I don't get it! Kelihatannya salah satu pihak betul-betul pembohong besar. Entah pihak Manohara, entah pihak Kelantan. Makanya nggak pantes betul kalau Presiden turun tangan. Jangankan Presiden, pak lurah pun tak payah lah ngurusin masalah remeh temeh kayak gini. Buang waktu Pak! Urusan lain masih banyak yang lebih penting ting ting..
Pihak media pun maunya jangan mau disetir, yang pada akhirnya akan menyetir emosi pembacanya ke dalam fitnah. Kalau memang belum ada bukti penyiksaan lebih baik netral dulu. Jangan lupa kalau pada dasarnya ini hanya masalah rumah tangga. Kalau sudah ada bukti, okelah..
Tapi Kelantan juga aneh, setelah berita ini telanjur mencuat, kok tidak ada penjelasan..?
Ya sudah lah, kalau memang pengen tau, kita tunggu saja akhir ceritanya. As for now, ambillah hikmah dari setiap kejadian. Mudah-mudahan dengan kejadian ini, semua orangtua jadi lebih waspada mengawasi dan lebih concern dalam mendidik anak-anaknya.
Thursday, May 21, 2009
Ikhtiar
Satu waktu, sudah lama sekali
seseorang berkata dengan wajah sendu
“Alangkah beratnya.. Alangkah banyak rintangan..
Alangkah berbilang sandungan.. Alangkah rumitnya..”
Aku bertanya, “lalu?”
Dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
“Apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”
“Hanya karena itu kau menyerah kawan?”
Aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup
Menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya
“Yah.. bagaimana lagi? tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa
Allah tak meridhainya?”
Aku membersamanya menghela nafas panjang
Lalu bertanya, “Andai Muhammad, shallallahu ‘alaihi wa sallam berfikir
sebagaimana engkau menalar, akan adakah Islam di muka bumi?”
“Maksudmu akhi?”, ia terbelalak
“Ya, andai Muhammad berfikir bahwa banyak kesulitan
berarti tak diridhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”
Ada banyak titik sepertimu saat ini,
Saat Muhammad bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar
Mungkin pada saat dalam ruku’nya ia dijerat di bagian leher
Mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta
Mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu
Mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir
Mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib
Mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata
atau saat paman terkasih dan isteri tersayang berpulang
atau justru saat dunia ditawarkan padanya; tahta, harta, wanita..”
“Jika Muhammad berfikir sebagaimana engkau menalar,
tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?
tapi Muhammad tahu, kawan..
Ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya
berat atau ringannya, bahagia atau deritanya
senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya”
“Ridha Allah terletak pada apakah kita mentaatiNya
dalam menghadapi semua itu,
apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larangNya
dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan..”
Beautifully written by Salim A. Fillah
Wednesday, May 13, 2009
Sang Kancil yang Cerdik
Pernahkah anda mendengar tentang cerita si kancil pada masa kecil dulu? Mungkin kita semua pernah mendengar cerita tersebut. Salah satu cerita si kancil yang pernah diceritakan kepada saya adalah Si kancil dan Si Gajah. Let me remind you how the story was. Singkatnya begini.. Pada suatu hari (wajib dimulai dengan kata-kata ini), seekor kancil terperosok kedalam lubang yang sangat besar dan dalam. Sudah berulang kali dicobanya untuk keluar dari lubang tersebut, tapi tetap saja tidak berhasil. Tak lama kemudian ia mendengar suara gajah, Langsung saja dia berteriak-teriak memanggil si gajah. Sang gajah yang mendengar teriakan si kancil terus mendekati sumber suara yang memanggilnya. Gajah pun berlari mendekati lubang tempat si kancil terperosok. Kemudian si gajah bertanya kepada si kancil kenapa ia berada di lubang itu. Dengan cerdiknya si kancil berkata bahwa didalam lubang itu terdapat banyak sekali makanan yang lezat-lezat. Si gajah terpengaruh dan masuk kedalam lubang. Begitu gajah berada didalam lubang, si kancil dengan serta-merta melompat ke atas punggung si gajah dan berhasil keluar dari lubang.
Dulu, sewaktu saya kecil, saya merasa bahwa kancil adalah hewan yang sangat cerdik. Sampai sekarang pun kalau ada teman saya yang cerdik dan lincah, saya teringat akan si kancil. Dulu saya ditekankan bahwa kita harus seperti kancil, yang walaupun badannya kecil tapi dia bisa menipu hewan lain yang lebih besar misalnya gajah, buaya, singa, dll. Tidak perlu berbadan besar untuk menang, yang penting kita harus lebih pintar dari yang lain. Emmm.. Benar juga
Tapi pernahkah kita melanjutkan cerita diatas yang kelihatannya sudah selesai? Apa yang akan terjadi terhadap si gajah? Bagaimana perasaannya setelah tahu bahwa dia ditipu? Siapa yang akan menolongnya keluar dari lubang? Dan yang lebih menarik lagi, bagaimana jika kita memodifikasi ceritanya agar nilai moral dari cerita ini menjadi lebih kaya. Misalnya, si kancil bisa meminta tolong kepada gajah untuk mengeluarkan dia dari lubang itu.
Jika kita baca cerita asli si kancil dan si gajah, kita tahu bahwa kancil adalah hewan licik yang mampu melakukan apa saja untuk kepentingannya. Dia menipu dan juga mengorbankan hewan lain untuk mencapai tujuannya.
Kesan ini juga terlihat pada cerita Si Kancil Pencuri Ketimun atau Si Kancil dan Pak Tani. Dengan akal cerdiknya ia mengorbankan si anjing yang dituduh mencuri ketimun. Padahal si kancil pelakunya! Akhirnya si anjing yang terkena hukuman, sementara si kancil bebas dan tidak diganjar dengan apapun hukuman.
Dalam kehidupan nyata, tahulah kita bahwa kancil mewakili golongan manipulatif yang berada disekitar kita. Dan secara tidak sadar, kita telah mengajarkan anak-anak kita dengan sikap tak terpuji tersebut. Bahwa menipu itu boleh, mencuri tidak dilarang asalkan pandai berkelit, menghalalkan segala cara juga diizinkan, mengorbankan orang lain pun sah-sah saja. Secara tak sadar pula kita telah membangun mental yang rapuh terhadap anak-anak, kurangnya sportifitas dan sama sekali meniadakan kerjasama.
Makanyaaa.. Pilihlah cerita-cerita yang baik untuk anak-anak. Cerita rakyat memang pilihan utama sebagai sarana pembelajaran anak, tetapi pilihlah cerita rakyat yang benar-benar mengedepankan nilai-nilai luhur dan membantu anak untuk menjadi orang yang baik dan berguna terhadap orang lain.
PS: Lagian dengan menceritakan bahwa kancil itu licik, kita akan menciptakan image yang jelek terhadap kancil yang sebenarnya. Padahal kancil itu aslinya kan lucu.. Kasihan kancil..
Tuesday, May 12, 2009
Rekreasi Murah Meriah
Sampai di kedai mamak ya langsung saja ambil nasi dan ayam goreng madu, minumnya tea o' ice limau. Sementara Mr.D dan Mr.A melahap mi goreng mamak yang sarat bumbu dengan perasan jeruk kesturi, mantap!! Haus dan lapar sudah jadi satu, gak tau mana yang lebih dominan. Setelah menengguk segelas tea o, tetap aja haus. Pesan minum lagi berkali-kali (hiperbola!). Akhirnya karena kami memang betul-betul kepanasan, jadinya kami putuskan untuk mandi di sungai dekat rumah. Ulu Yam nama sungainya. Airnya jernih dan suejjjuk!
Setelah shalat zuhur dan kemas-kemas baju, kami berangkat. Singgah dulu dikedai terdekat untuk membeli cemilan dan mengisi cooler box dengan minuman-minuman ringan. Selanjutnya, tembak langsung ke tujuan!!!
Beberapa moment yang terekam..


